Halaman

Rabu, 01 Agustus 2012

Juventus merilis kostum baru untuk dipakai musim depan. Di luar dugaan, tak ada lambang bintang sebagai simbol sebuah tim di Italia meraih gelar juara Serie-A sebanyak 10 kali.
Presiden Juventus, Andrea Agnelli, menjelaskan alasan ketiadaan bintang pada kostum baru Juventus. “Kami menghitung jumlah gelar juara yang diraih sebanyak 30 kali. Namun, Asosiasi Sepak Bola Italia (FIGC) menghitungnya 28 kali,” ulas Agnelli. “Kami tak setuju dengan perhitungan itu. Jadilah lambang bintang kami copot.”
Dengan 28 gelar yang diraih, Juventus memang hanya berhak memakai dua bintang. Tapi, manajemen I Bianconeri berkukuh bahwa gelar 2005 dan 2006 yang dicopot tetap miliknya. Jadi, Juventus sempat berkeinginan memasang tiga bintang. Malah, pada desain awal yang diluncurkan, terlihat tiga bintang yang terpasang di dada kiri, namun hanya dua yang terlihat benderang.
“Seluruh Juventini yakin kami meraih 30 gelar juara. Kami memang menerima putusan pengadilan. Tapi, beberapa bukti baru menyebutkan sebaliknya. Namun, FIGC tak mau membuat putusan baru. Wajar apabila kami terus melakukan langkah hukum untuk mempertahankan argumen,” tegas Agnelli.
Kendati tak memakai bintang, Juventus tetap memasang “tanda” keberhasilan meraih 30 gelar juara di kostum. Pada bagian depan terdapat tulisan “30 sul campo” yang berarti 30 kali meraih kemenangan di lapangan.
Pada bagian dalam kostum tersebut juga terdapat kata-kata inspirasional dari legenda Juventus, Giampiero Boniperti. Kata-kata itu adalah “Winning is not important, it is the only thing that matter”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar